Kamis, 30 Juni 2016

 ATURAN PERNIKAHAN SEBAGAI LANDASAN AKAL-AKALAN PAULUS UNTUK MEMBENARKAN AGAMA KRISTEN CIPTAANNYA


(Guru Paulus adalah Kristus, bukan Yesus. Kristus = janda yang bebas memilih suami baru yang akhirnya berjodoh dengan Kristus)




Dalam suratnya kepada jemaat di kota Roma Paulus mengutarakan buah pikirannya yang justru terang-terangan membuktikan bahwa agama Kristen adalah ciptaannya, dan bukan ajaran yang dia terima langsung dari Yesus seperti yang diyakini para pengikutnya sekarang ini. Dia mengatakan:

Apakah kamu tidak tahu, saudara-saudara, --sebab aku berbicara kepada mereka yang mengetahui hukum--bahwa hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup? Sebab seorang isteri terikat oleh hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu. Jadi selama suaminya hidup ia dianggap berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain; tetapi jika suaminya telah mati, ia bebas dari hukum, sehingga ia bukanlah berzinah, kalau ia menjadi isteri laki-laki lain. Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah.” (Roma; 7 : 1-4)

Dengan analogi "konyol" ini Paulus telah membuat perbedaan antara Yesus dan Kristus. Menurut cara berpikir yang diutarakannya hukum Taurat yang dipertahankan teguh oleh Yesus tidak lagi mengawini dan mengikat sekalian orang karena telah berlalu bersama kematiannya. Hukum yang mengawini dan mengikat sekarang ini adalah hukum baru yang berasal dari Kristus. (Bandingkan dengan Matius 5:17-18).


Kematian Yesus adalah jalan kebebasan untuk lepas dari hukum Taurat kemudian memilih hukum baru yang sesuai selera hati, sama seperti seorang wanita yang ditinggal mati oleh suaminya yang bebas memilih suami baru. Dan yang dipilih untuk diberlakukan adalah hukum yang dikemas dengan nama Kristen yang merupakan racikan dari berbagai budaya/tradsi kepercayaan dari bangsa-bangsa penyembah berhala yang meramaikan kepercayaan di wilayah Mediterania, tempat dia dilahirkan dan dibesarkan.


Hukum Taurat dan kitab para nabi yang telah digenapi Yesus sekarang batal secara keseluruhan setelah kematiannya di tiang salib dan tidak ada lagi Yesus yang bisa menghalanginya untuk meracik hukum baru, sama seperti seorang janda yang bebas bersuami lagi karena tidak ada lagi hukum suami terdahulu yang bisa menghalanginya untuk melirik calon suami baru. Dan demikianlah tidak akan ada yang bisa menghalanginya untuk membuat hukum dan agama baru.. Dengan tegas dia mengatakan:

"Segala sesuatu adalah boleh bagiku, bahkan aku tidak akan berada di bawah kekuasaan siapa pun." (Korintus; 7:12).

Segala inovasinya adalah kebenaran mutlak yang tidak boleh diragukan oleh siapa pun. Dia telah membenarkan segala pembangkangannya dengan berdalih:

"Karena jika kebenaran Tuhan (justru) melimpah melalui dustaku untuk keagungan-Nya; lalu mengapa aku dianggap sebagai seorang pendusta?" (Roma; 3:7-8).


Dan itulah faktanya, Paulus telah mengajarkan hukum dari Kristus, bukan dari Yesus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar